Sunday, April 10, 2011

Wanita Sholehah

Penulis: pondok_muslimah
Saudaraku yang baik, sungguh sangat beruntung
bagi wanita shalihah di dunia ini. Ia akan menjadi
cahaya bagi keluarganya dan berperan
melahirkan generasi dambaan. Kalau pun ia
wafat, maka Allah akan menjadikannya bidadari di
akhirat nanti. Oleh karena itu, para pemuda
jangan sampai salah memilih pasangan hidup.
Pilihlah wanita shalihah untuk dijadikan istri dan
pendamping hidup setia.
Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah
yang menjadi penentram batin, pendukung setia,
dan penguat semangat suami dalam berjuang
dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah
berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri
beliau demi membela perjuangan Rasulullah
SAW.
Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a.,
hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh
Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal. Allah
berfirman dalam QS. An Nur ayat 30-31,
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,
Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang
beriman, hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya
dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya kecuali yang biasa tampak
daripadanya......
Rasulullah Saw bersabda : Dunia ini adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah
wanita shalihah (HR. Muslim)
Ciri khas seorang wanita shalihah adalah ia
mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia
senantiasa taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make
up-nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya
adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di
mana pun berada. Celak matanya adalah
memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang
muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku
takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari
dirinya.
Wanita shalihah tidak mau kekayaan termahalnya
berupa iman akan rontok. Dia juga sangat
memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada
dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil,
suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat
mendapatkan sesuatu kesenangan. Ia akan sangat
menjaga setiap tutur katanya agar bernilai
bagaikan untaian intan yang penuh makna dan
bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa
kemuliaannya justru bersumber dari
kemampuannya menjaga diri.
Wanita shalihah itu murah senyum, karena
senyum sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu
saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-
laki yang dijumpainya diberikan senyuman
manis. Intinya, senyumnya adalah senyum
ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah
bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika kaum
wanita kerja keras berlatih senyum manis semata
untuk meluluhkan hati laki-laki.
Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul
dengan siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya
akan terus bertambah, sebab ia akan selalu
mengambil hikmah dari orang-orang yang ia
temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik
sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya
maupun orang lain. Pendek kata, hubungan
kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan
dengan sebaik mungkin.
Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri
bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya
memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa
malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan
selalu terkontrol. Tidak akan ia berbuat sesuatu
yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan
As Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi
dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu
melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas
imannya berkurang. Semakin kurang iman
seseorang, maka makin kurang rasa malunya.
Semakin kurang rasa malunya, maka makin
buruk kualitas akhlaknya. Wallahu alam bish
showab
Manajemen Qalbu - Aa Gym
26 Mar 05 09:01 WIB
WASPADA Online