Thursday, January 13, 2011

AkU HaNyA WaNiTa BiAsA

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku
kelak..
Terimakasih karena telah memilihku di antara
ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau
pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita
biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita
yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah..
Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku
ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan
begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu,
bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah
padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena
bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku
membangkang padamu..
Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah,
tak selamanya aku dapat tampak cantik di
matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan
jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku
di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan
malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka
aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau
karena seharian ku harus membenahi istana kecil
kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal
dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku
tak sempat berdandan untuk menyambutmu
sepulang bekerja.. Ataukah kau akan
menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar
keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka
menjadi tempatmu menumpahkan segala
rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur
dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur
karena harus menjaga malaikat kecil kita yang
sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki
untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit
pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku
begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau
adalah kekuatanku..
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku
kelak..
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya
kau akan menemukanku begitu marah, menangis
dan tak terkontrol, bukan karena ku
membangkang padamu, tapi aku hanya wanita
biasa, aku juga butuh tempat untuk
menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk
melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku
tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk
dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku
butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena
bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu
memadamkan segala resahku..
Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan
memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku
di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya.
Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya,
tapi kadang aku kehabisan cara untuk
menenangkan hatinya. Maka jangan
membentakku karena telah menyakiti buah hati
kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan
kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau
kau selalu menghargai semua yang ku lakukan
untuk kalian, dan kau akan menemukanku
menangis menyesali perlakuanku pada malaikat
kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit
dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku
akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku
kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah.. Maka jangan
pernah bosan mengajariku, membimbingku ke
arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan
bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku..
Jangan segan membangunkanku di sepertiga
malam untuk bersamamu bermunajat pada
Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih
mengingatkanku untuk terus bersamamu
mendulang pahala dalam amalan-amalan
sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar
kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman
dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan
rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih
akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan
menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku
sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan
tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu
menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah
berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah
berubah, bahkan sejak dulu akan terus
bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa
cintaku padamu..
Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan
detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta
padamu..
Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku..
Jangan berharap aku menjadi wanita
sempurna.. Maafkan aku karena aku bukan
putri.. Aku hanya wanita biasa..

No comments:

Post a Comment