Saturday, January 8, 2011

SURAT CINTA UNTUK SAUDARIKU2

Surat Cinta untuk Saudariku (2)
Penulis: Ummu Sa’id
Muroja’ah: Ustadz Subkhan
Khadafi
Wahai saudariku,
Kembalilah!
Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!
Kematian bisa datang kapan saja.
Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?
Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan
bermaksiat?
Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau
surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang?
Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu
hakekatnya berpakaian tetapi telanjang!
Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?
Saudariku,
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini?
Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at
ini?
Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan
dunia.
Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah
diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?
Duhai …
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia?
Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?
Mana yang hendak kita cari?
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada
apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya …
Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para
muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.
Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?
Jilbab kan modelnya banyak …
*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian
untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*
Iya, saudariku.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa
yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita
tidak salah sangka.
Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa
yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti
yang Allah maksud.
“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga
rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”
“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang
penting kan saya pake jilbab!”
Mmm…
Tidak seperti ini kan?
Pembahasan mengenai hal ini ada sebuah buku yang bagus
untuk dijadikan rurukan karena di dalamnya memuat dalil-
dalil yang kuat dari Al Quran dan As Sunnah, yaitu Jilbab al
Mar ’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah yang ditulis oleh
Muhammad Nasiruddin Al Albani. Buku ini telah banyak
diterjemahkan dengan judul Jilbab Wanita Muslimah.
Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai
beberapa persyaratan, yaitu:
1. Menutup seluruh badan
Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama
berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib
untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh
Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku di atas
mengambil pendapat sunnah. Masing-masing pendapat
berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak.
Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya
memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib
sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan
karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang
mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula
memandang saudara kita yang mengambil pendapat
sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan
menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka
dalam bertakwa dan berittiba ’ (mengikuti) sunnah nabi.
Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.
*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih
dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang
lain*
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan
3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis
4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat
menggambarkan bentuk tubuh
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari
popularitas)
“BERAT!
Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup?
Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok
gimana ?”
“RIWEH!
Harus pakai kaus kaki terus.
Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”
“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style
ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self!
Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa
leluasa !”
Saudariku,
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja
ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan
membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan
sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta ’ala berfirman yang artinya:
“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat,
maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka
dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan
mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan
dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati
kebanyakan mereka tidak bersyukur. ” (Qs. Al A’raf: 16-17)
Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan
ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha
melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan
membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan
tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka
setan akan membantu dan memanjangkan angan dan
keinginannya. ”
Mungkin setan membisikkan
“ Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat
cantik!”
Sebentar!
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan
banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan
cantik?
Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.
Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam dan para shohabiyah!
Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang
mulia?
Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa
yang ada di dalam dada-dada mereka.
Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias?
Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.
Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang
muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya,
istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Atau… mungkin setan membisikkan
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”
Wahai saudariku,
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api
neraka.
Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar
terhadap panasnya neraka.
Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat
membakar kulit kita?
Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang
komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?
Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan
kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti
beberapa tetes keringat yang ada di dahi.
Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di
hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan
patuh kepada syariat.
“Riweh pake kaus kaki.”
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”
Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa
yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.
Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan
pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji
Allah dan janji-Nya adalah haq.
“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”
Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa
saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya.
Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah,
niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam
ketaatan,
Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka
tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka
dengan kain yang ada.
Saudariku,
Jadi bukan melulu soal penampilan!
Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang
telah menciptakan kita.
Tetapi …
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.
Berhias dengan ilmu dan amal sholeh,
Berhias dengan akhlak yang mulia.
Hiasi diri kita dengan rasa malu!
Tutupi aurat kita!
Jangan pamerkan!
Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang
sangat kita sayangi.
Simpanlah kecantikannya,
Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!
Simpan untuk suami saja,
Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa
untuknya.
Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau
mengikuti peringatan dan takut pada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada
orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut
kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-
Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan
dan pahala yang mulia. ” (QS. Yasin: 11)
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-
orang yang mau mengikuti peringatan,
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-
orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita
tidak melihat-Nya,
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-
orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan
pahala yang mulia.
Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau
mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga
kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan
dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):
“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan
kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan
kepada mereka, mereka tidak akan beriman. ” (QS. Yasin: 10)
***
Artikel www.muslimah.or.id

No comments:

Post a Comment